PRAMUKA
PENGERTIAN PRAMUKA
Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana dan merupakan organisasi atau
gerakan kepanduan. Pramuka adalah sebuah organisasi yang merupakan wadah proses
pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan di Indonesia. Dalam dunia internasional,
Pramuka disebut dengan istilah"Kepanduan" (Boy Scout). Gerakan
Pramuka memiliki
kode Kode Kehormatan Pramuka, sebagaimana yang tertuang dalam Anggaran Dasar
Pramuka, Gerakan Pramuka memiliki Kode Kehormatan yang terdiri atas janji yang
disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma Kode Kehormatan Pramuka
disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya, yaitu:
- Kode Kehormatan Pramuka Siaga
terdiri atas Dwisatya dan Dwidarma.
- Kode Kehormatan Pramuka Penggalang
terdiri atas Trisatya Pramuka Penggalang dan Dasadarma.
- Kode Kehormatan Pramuka Penegak
dan Pandega terdiri atas Trisatya Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dan
Dasadarma.
- Kode Kehormatan Pramuka Dewasa
terdiri atas Trisatya Anggota Dewasa dan Dasadarma.
Sejarah Pramuka dunia pertama kali dipelopori oleh Lord
Baden Powell atau
nama lengkapnya Robert Sthepenson Smyth Baden Powell of Giwell, seorang warga
negara Inggris yang pernah menjadi tentara. Sejak kecil Baden Powell dikenal
sebagai anak yang mencintai kegiatan luar ruangan (outdoor). Ia sering bermain
di hutan kecil, di samping sekolahnya. Kemah pertama kepanduan yang dipimpin
Baden Powell, terjadi pada tanggal 1 Agustus 1907 yang bertempat di Brownsea
Island, Inggris. Karena itulah, Tanggal 1 Agustus pun ditetapkan sebagai Hari
Kepanduan Dunia.
Di Indonesia, sejarah Pramuka Indonesia
dianggap lahir pada tahun 1961. Hal ini mengacu pada Keputusan Presiden RI No.
112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana
Pembentukan Gerakan Pramuka dan dipertegas lagi dengan Keputusan Presiden
Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961. Secara resmi Gerakan Pramuka
diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah
Presiden Republik Indonesia memberikan anugrah Panji Gerakan Pramuka melalui
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah maka
tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka dan
hingga saat ini diperingati setiap tahunnya.
Lambang Gerakan Pramuka adalah gambar silhouette Tunas Kelapa yang diciptakan oleh bapak Sunardjo, seorang
pensiunan Departemen Pertanian. Arti
dari lambang pramuka adalah sebagai
berikut:
- Buah Nyiur dalam keadaan tumbuh
dinamakan cikal dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti: penduduk
asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Dengan kata lain lambang
buah Nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka merupakan inti
bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
- Buah Nyiur dapat bertahan lama
dalam keadaan yang bagaimanapun juga, yang menggambarkan bahwa setiap
Pramuka adalah seorang yang rokhaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet
serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan
dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan
bangsa Indonesia.
- Nyiur dapat tumbuh di mana saja,
yang membuktikan besarnya daya-upayanya dalam menyesuaikan dirinya dengan
keadaan sekelilingnya, artinya tiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam
masyarakat dimana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimanapun juga.
- Nyiur bertumbuh menjulan lurus ke
atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Ini
mencerminkan bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus
yakni yang mulia dan jujur dan ia tetap tegak tidak mudah
diombang-ambingkan oleh sesuatu.
- Akar Nyiur yang bertumbuh kuat dan
erat di dalam tanah melambangkan bahwa tekad dan keyakinan tiap Pramuka
mempunyai dan berpegang kepada dasar-dasar dan landasan-landasan yang
baik, benar, kuat, dan nyata, ialah tekat dan keyakinan yang dipakai
olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.
- Nyiur adalah pohon serbaguna, dari
ujung hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap Pramuka
adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada
kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta
kepada umat manusia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar